Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pneumonia Pada Anak

Pneumonia Pada Anak
credit omage:freepik.com

Pneumonia Pada Anak - Pneumonia adalah infeksi yang terjadi pada salah satu organ paru atau atau keduanya. Pada saat kedua organ paru-paru anak sudah terinfeksi, maka itu kemudian dikenal sebagai pneumonia ganda. Jika Pneumonia yang terjadi cukup ringan maka tidak perlu melakukan kunjungan ke dokter dan anak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal yang dikenal dengan walking pneumonia. 

Paru-paru merupakan bagian atau organ penting dari sistem pernapasan manusia. Udara yang dihirup mengandung zat oksigen, yang kemudian akan disaring oleh paru-paru. Oksigen tersebut kemudian dibawa ke seluruh bagian tubuh dengan bantuan aliran darah yang dialirkan dari saluran pernapasan oleh alveoli. 

Kapiler atau pembuluh darah kecil dikelilingi oleh kantung udara kecil yang dikenal sebagai alveoli. Terdapat lebih dari enam ratus juta alveoli yang ada di dalam tubuh manusia. Udara yang diambil kemudian disuplai ke alveoli, dan oksigen yang diekstraksi dari udara tersebut akan dilarutkan dalam darah. 

Adapun tugas dari sel darah merah adalah untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh bagian organ tubuh. Oksigen sangat penting dalam berfungsinya tubuh manusia dan suplai oksigen yang tidak mencukupi dapat merusak organ dan terkadang dapat mengancam nyawa. Fungsi ini akan menjadi terganggu ketika paru-paru terinfeksi pneumonia. 

Gangguan Pneumonia menjadikan organ paru-paru tidak dapat berfungsi dengan baik, akibat dari infeksi yang menghasilkan cairan yang kemudian menghalangi alveoli. Sebaliknya oksigen tidak menembus jauh di dalam paru-paru dan lebih sedikit oksigen yang disuplai ke darah. Sistem pernafasan akan terpengaruh dan kondisinya dapat memburuk ketika kedua buah paru-paru sudah terinfeksi pneumonia. 

Semua orang pada dasarnya bisa terkena pneumonia tanpa memandang usia, apakah anak - anak atau orang dewasa.  Sebuah mitos yang selama ini berkembang di masyarakat bahwa di bahwa basah kuyup karena kehujanan misalnya, dapat membuat orang tersebut terkena gangguan pneumonia. 

Tetapi sebenarnya itu adalah virus atau bakteri yang menyebabkan infeksi. Pada saat seseorang terinfeksi virus sehingga menyebabkan flu atau pilek, maka dia akan mengalami kemunduran kondisi fisiknya, sehingga pada akhirnya dia dapat terkena gangguan pneumonia. 

Hal tersebut terjadi karena adanya iritasi yang diakibatkan oleh flu atau pilek sehingga membantu kuman pneumonia menjadi lebih mudah untuk bisa masuk kedalam paru-paru dan berpindah tempat untuk menyebarkan infeksi. 

Virus maupun bakteri yang menjadi penyebab pneumonia dapat menyebabkan terjadinya kerusakan, yang tingkat keparahannya dapat bergantung pada kesehatan anak. Jika infeksi tersebut disebabkan karena bakteri, maka anak akan segera sakit dan kemudian bisa terkena demam diserta dengan suhu tinggi dan badan menggigil. 

Gangguan Pneumonia yang disebabkan oleh virus berkembang dengan sangat lambat dan membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk bisa sembuh. Anak - Anak juga bisa mengalami gangguan batuk, nyeri dibagian dada, sakit kepala, dan atau bahkan nyeri otot. 

Hal ini juga dapat menyebabkan kesulitan bernapas, sehingga anak akan mulai bernapas lebih cepat yang dapat membuatnya batuk mengeluarkan lendir yang berlendir. Anak itu harus dipantang makan sama sekali.

Jika diberikan perawatan dengan baik dan tepat, maka anak bisa sembuh total. Yang akan dilakukan oleh Dokter adalah pertama-tama dia akan memeriksa detak jantung dan pernapasan dengan bantuan peralatan stetoskop. 

Stetoskop juga di gunakan untuk memeriksa organ  paru-paru, suara yang dihasilkan oleh organ paru-paru tersebut dapat membantu untuk menentukan apakah terdapat cairan di dalamnya atau tidak. Suara seperti berderak atau menggelegak adalah indikasi pneumonia. Rontgen dada juga akan diambil. Area bercak putih akan menunjukkan penumpukan cairan. 

Dengan melihat hasil photo rontgen, dokter kemudian dapat menentukan apakah infeksi tersebut disebabkan karena bakteri atau di sebabkan karena virus. Jika disebabkan oleh bakteri, antibiotik akan diresepkan. Dan jika anak sulit menelan obat atau menahannya di dalam, ia akan disuntik dengan cairan infus. 

Dan jika virus bertanggung jawab atas infeksi, antibiotik tidak akan bekerja. Pengurang demam, bersama dengan obat batuk, akan diberikan dalam kasus ini. Obat-obatan tidak akan ada gunanya, jika anak tidak cukup istirahat dan banyak cairan. 

Bidikan dapat dilakukan untuk mencegah pneumonia. Serangkaian tembakan ini disebut pneumokokus. Suntikan flu secara teratur juga terbukti bermanfaat, terutama untuk anak-anak yang menderita asma atau jenis infeksi paru-paru lainnya. Istirahat dan tidur juga memperkuat sistem kekebalan tubuh. Mencuci tangan secara teratur dapat menjauhkan kuman berbahaya.    

Demikianlah ulasan artikel mengenai Pneumonia Pada Anak. Semoga ulasan singkat bermanfaat untuk Anda.

Post a Comment for "Pneumonia Pada Anak"